Pejumpaan pertama ku denganmu dihari yang tak begitu cerah namun teriknya sangat terasa mencairkan seluruh keringat..
Saat sosok mu datang seolah membuatku amat sangat terpaku..
Sempat membuat mataku menjadi bisu namun tak ingin terlepas dari langkah kakimu..
Namun kala itu hatiku seolah terhentak menyadarkanku, seolah memberi tahuku bahwa ada hati yang masih terikat kuat menungguku..
...
Tapi.. setelah ratusan purnama telah berlalu setelah ribuan detik telah berlayar menjauh
Setelah hati yang aku kira telah lama menunggu ku itu pergi membekaskan luka dan kelabu..
Hangatnya senja yang selalu ada tak bisa menghangatkan dinginnya luka..
Gradasi warna pelangi yang indah tak bisa mengeringkan air mata..
Dan hembusan angin yang harusnya bisa menyejukkan jiwa tapi entah kenapa terasa begitu perih untuk ku rasa saat itu..
.................................
Tak pernah ku sangka sebelumnya, seseorang yang sempat membuat ku terpana sejenak itu
Seseorang yang sempat membuatku menggariskan senyum pelit di hari itu..
Seseorang yang sempat ku abaikan bahkan untuk sekedar mengetahui namanya demi menjaga hati yang akhirnya melukai..
Ia datang lagi...Ternyata auranya begitu sangat hangat setelah aku mengenalnya
Ternyata senyumnya memang seringkali membuat hati terasa canggung..
Ternyata setiap kata yang tersirat darinya seolah mampu membuat hati cepat pulih dari luka..
Ternyata setelah banyaknya wajah yang menggoda, hanya ia yang mampu membuat senyum merona terpancar kembali..
Kau tau? Ternyata Tuhan begitu cepat mendengar doaku yang pilu dulu dengan menggantikannya dengan senyum baru..
Semenjak aku mengenalmu.. Aku baru tersadar..
Hangatnya senja memang bisa menghangatkan luka kembali
Gradasi warna pelangi yang indah memang bisa mengeringkan air mata..
Dan hembusan angin pun memang bisa menyejukkan jiwa dengan lembut..
Begitulah aku yang hanya bisa mendeskripsikan dirimu seperti Senja, Pelangi, dan Angin..
Semuanya indah aku sangat menyukainya walaupun aku tahu..
Senja cepat sekali pergi ketika malam telah hadir..
Pelangi cepat sekali menghilang setelah terlalu lama tersinarkan matahari..
dan Angin cepat sekali terhembuskannya..
Tapi.. aku tak pernah peduli walaupun Senja, Pelangi, dan Angin hanya sementara datangnya, akan tetapi mereka selalu saja datang memberikan keindahan dan kenyamanan yang selalu ku tunggu meski pada akhirnya Senja, Pelangi, dan Angin harus pergi lagi...
-Teruntuk mu Senja, Pelangi, dan Angin ku-
29 September 2016, dipinggir kota Jakarta-Depok
Saat sosok mu datang seolah membuatku amat sangat terpaku..
Sempat membuat mataku menjadi bisu namun tak ingin terlepas dari langkah kakimu..
Namun kala itu hatiku seolah terhentak menyadarkanku, seolah memberi tahuku bahwa ada hati yang masih terikat kuat menungguku..
...
Tapi.. setelah ratusan purnama telah berlalu setelah ribuan detik telah berlayar menjauh
Setelah hati yang aku kira telah lama menunggu ku itu pergi membekaskan luka dan kelabu..
Hangatnya senja yang selalu ada tak bisa menghangatkan dinginnya luka..
Gradasi warna pelangi yang indah tak bisa mengeringkan air mata..
Dan hembusan angin yang harusnya bisa menyejukkan jiwa tapi entah kenapa terasa begitu perih untuk ku rasa saat itu..
.................................
Tak pernah ku sangka sebelumnya, seseorang yang sempat membuat ku terpana sejenak itu
Seseorang yang sempat membuatku menggariskan senyum pelit di hari itu..
Seseorang yang sempat ku abaikan bahkan untuk sekedar mengetahui namanya demi menjaga hati yang akhirnya melukai..
Ia datang lagi...Ternyata auranya begitu sangat hangat setelah aku mengenalnya
Ternyata senyumnya memang seringkali membuat hati terasa canggung..
Ternyata setiap kata yang tersirat darinya seolah mampu membuat hati cepat pulih dari luka..
Ternyata setelah banyaknya wajah yang menggoda, hanya ia yang mampu membuat senyum merona terpancar kembali..
Kau tau? Ternyata Tuhan begitu cepat mendengar doaku yang pilu dulu dengan menggantikannya dengan senyum baru..
Semenjak aku mengenalmu.. Aku baru tersadar..
Hangatnya senja memang bisa menghangatkan luka kembali
Gradasi warna pelangi yang indah memang bisa mengeringkan air mata..
Dan hembusan angin pun memang bisa menyejukkan jiwa dengan lembut..
Begitulah aku yang hanya bisa mendeskripsikan dirimu seperti Senja, Pelangi, dan Angin..
Semuanya indah aku sangat menyukainya walaupun aku tahu..
Senja cepat sekali pergi ketika malam telah hadir..
Pelangi cepat sekali menghilang setelah terlalu lama tersinarkan matahari..
dan Angin cepat sekali terhembuskannya..
Tapi.. aku tak pernah peduli walaupun Senja, Pelangi, dan Angin hanya sementara datangnya, akan tetapi mereka selalu saja datang memberikan keindahan dan kenyamanan yang selalu ku tunggu meski pada akhirnya Senja, Pelangi, dan Angin harus pergi lagi...
-Teruntuk mu Senja, Pelangi, dan Angin ku-
29 September 2016, dipinggir kota Jakarta-Depok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar